Warga Gaza: Semua Menjadi Target Israel

In Uncategorized

SUARAJAKTIM.COM – Ahmed Abu Saif terdiam melihat tumpukan puing-puing bangunan lima lantai miliknya. Bangunan itu merupakan salah satu dari beberapa bangunan sipil yang diratakan dengan tanah selama 24 jam terakhir di Gaza oleh jet Israel.”Saya merasa akan melihat gedung saya terbakar habis pada suatu hari, karena saya tinggal di Gaza. Semua yang ada di Gaza menjadi target Israel terlepas siapapun pemiliknya,” ujar pria berusia 64 tahun itu kepada Aljazirah, Selasa (13/11).

Setelah sirene peringatan putaran pertama berbunyi, dia dihubungi oleh orang-orang di daerah itu yang memberi tahu dia tentang adanya serangan. Namun dia menolak untuk bergegas melihat gedung miliknya”Saya muncul atau tidak tadi malam, hasilnya akan sama. Saya merasa mati rasa,” ungkap Abu Saif. Dia berharap di bangunan itu ia akan menghabiskan hari-hari terakhirnya sebagai seorang pensiunan.”

Saif mengaku dulu tinggal dan bekerja di Arab Saudi selama 40 tahun. Ia pun telah menghabiskan semua tabungannya dan berinvestasi untuk membangun tempat ini.  Ia berharap dapat memiliki penghasilan yang berkelanjutan untuk melalui masa pensiun.

Gedung milik Abu Saif yang kini runtuh itu berfungsi sebagai ruang kantor bagi beberapa organisasi non-pemerintah dan outlet media. Gedung tersebut juga memiliki dapur yang disewa oleh Nayef al-Madhoun, seorang pria berusia 65 tahun yang menjalankan bisnis katering.”Beberapa orang menelepon saya [pada Senin (12/11) malam] dan mengatakan kepada saya bahwa gedung itu telah terkena tembakan jet tempur F-16,” kata al-Madhoun.”Saya berlari dari rumah saya, yang tidak terlalu jauh dari sini, dan menemukan bahwa bangunan itu telah dibom rata dengan tanah,” tambah dia.

Menurut Al-Madhoun, tidak ada apa-apa di dalam gedung itu yang dapat menjadi ancaman bagi tentara Israel.Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke reruntuhan ketika dia mulai memikirkan masa depan. “Ini adalah sumber pendapatan keluarga saya selama tiga tahun terakhir,” ungkapnya.”Sampai tadi malam, saya punya 15 karyawan yang bekerja dan ini juga sumber pendapatan bagi mereka. Kami semua kehilangan mata pencaharian,” tambah dia.

Baca Juga!  Di Kairo, Indonesia Usulkan Materi Masjid Al-Aqsa, Al-Quds al-Syarif Masuk Kurikulum

Ketika serangan udara berlanjut pada Selasa (13/11), warga Gaza mengatakan mereka menjadi target serangan yang dilakukan secara sembarangan. “Kami tidak tahu bangunan ini akan menjadi target,” kata Ahmed Nasser, menunjuk sebuah gedung perumahan tujuh lantai.

Ia menjelaskan, ada beberapa warga yang harus segera dievakuasi. Seperti seorang ibu dengan bayi yang baru lahir dan seorang nenek di kursi roda. Mereka berteriak ketakutan ketika berlari keluar hanya dengan mengenakan pakaian yang melekat di badan mereka.”Mereka semua mulai mengevakuasi gedung setelah mendengar sirene, tetapi di tengah-tengah evakuasi, jet Israel mulai menembak ke arah daerah itu,” jelas Nasser.

Nasser tidak bisa menyelamatkan ijazah kuliah dan sertifikat mengajaranya. Bahkan paspor dan dokumen resmi ayah dua anak itu sekarang telah hilang.

Seperti kebanyakan orang yang tinggal di Gaza, yang telah menjadi rumah bagi lebih dari dua juta orang, Nasser menganggur karena kondisi ekonomi Gaza yang mengerikan.

Blokade telah menghancurkan ekonomi lokal dan sangat membatasi masuknya makanan serta akses layanan dasar. Blokade juga menghentikan pasokan bahan bangunan yang dibutuhkan untuk membangun kembali banyak infrastruktur yang rusak.

Pada Selasa (13/11), sayap bersenjata Hamas, Brigade Al-Qassam, memperingatkan akan meningkatkan intensitas serangan dan tembakan roket ke kota Ashdod dan Beersheba di Israel. Hal itu akan dilakukan jika Israel terus melakukan serangan udara terhadap gedung-gedung sipil di Gaza.

Pernyataan itu dirilis beberapa jam setelah roket dari Gaza menewaskan seorang pria Israel di kota pesisir Ashkelon. Sedikitnya tujuh warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel sejak Senin (12/11) malam, dalam kekerasan terburuk antara kedua pihak sejak serangan Israel pada 2014 di Jalur Gaza.

Baca Juga!  BNPB: Tiga Orang Meninggal Akibat Gempa 6,4 SR di Situbondo

Eskalasi terjadi setelah tujuh warga Palestina lainnya tewas pada Ahad (11/11) dalam operasi rahasia Israel, yang ditanggapi Hamas dengan tembakan roket dari Gaza. Seorang tentara Israel juga tewas dalam serangan rahasia di dekat Khan Younis.(ARS/R1/ROL)

You may also read!

Israel Incar Infrastruktur Energi dan Pertanian Palestina

SUARAJAKTIM.COM - Para peneliti dari Duke University dan University of New Hampshire mengatakan Israel telah membidik infrastruktur pertanian, air,

Read More...

Warga Apresiasi Pembangunan Waduk Kaja

SUARAJAKTIM.COM - Pembangunan Waduk Kaja di wilayah RW 011 Kelapadua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, diapresiasi warga. Sebab waduk ini

Read More...

Pemprov DKI Bersama BPPT Bangun Sistem Kelistrikan Microgrid di Pulau Pramuka

SUARAJAKTIM.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), menandatangani perjanjian kerja sama terkait pembangunan

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu