Amien Rais Diperiksa, Din Sayamsuddin: Bisa Picu Kegaduhan Politik

In Nasional

SUARAJAKTIM.COM – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai, pemeriksaan politikus senior Amien Rais oleh penyidik Polda Metro Jaya bisa memicu kegaduhan politik yang berdampak pada proses Pemilu 2019.

Amien diperiksa sebagai saksi dalam kasus hoaks pengeroyokan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet, Rabu (10/10).

Din menyayangkan pemeriksaan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN). Namun ia sangat menghargai kesediaan Amien untuk datang memenuhi panggilan tersebut.

“Saya sangat prihatin dengan pemanggilan terhadap Bapak M. Amien Rais oleh Kepolisian RI. Apalagi jika dilakukan penahanan akan bersifat kontra produktif dan dapat memicu kegaduhan politik yang mengganggu proses Pemilu atau Pilpres,” ujarnya.

Ia sangat menghargai kesediaan Amien untuk datang memenuhi panggilan tersebut. Menurutnya, hal itu menunjukkan jatidirinya sebagai warga negara yg baik dan perlu diikuti oleh para pejabat atau elit politik lain.

Din menegaskan, pemeriksaan Amien dapat mendorong kegaduhan jika Polri tidak bisa menegakkan hukum secara berkeadilan bagi semua lapisan masyarakat.

“Rakyat cinta hukum dan keadilan akan tergerak untuk mendesakkan penegakan hukum secara berkeadilan, khususnya terhadap semua indikasi pelanggaran hukum oleh para elit politik,” kata Din.

“Maka akan terjadi aksi gugat menggugat. Jika pemerintah, khususnya kepolisian tidak dapat menanggulangi keadaan ini apalagi tidak melakukan keadilan, maka sangat mungkin akan terjadi pengabaian (disobedience) dan ketakpercayaan (distrust) terhadap hukum,” tegasnya.

Suasana demikian, lanjutnya, tidak positif bagi kehidupan bangsa, mengganggu Pemilu atau Pilpres, dan secara khusus merugikan Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Din meminta kepada semua pihak untuk dapat menahan diri, tidak menerapkan pendekatan politik saling mengenyahkan dengan adu otot, tapi sebaliknya perlu mengedepankan adu otak dengan argumen-argumen yg berkualitas.

Baca Juga!  DPRD Banjarmasin Pelajari Smart City di Diskominfotik DKI Jakarta

“Pemilu atau Pilpres adalah cara beradab untuk memilih pemimpin, jangan sampai terjebak ke dalam ketidakadaban apalagi kebiadaban,” pungkasnya. (SJT-1)

You may also read!

Sambut Jakmania, Anies Baswedan: Ini Kemenangan Kita Semua

SUARAJAKTIM.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan langsung menyambut pawai fans Persija alias The Jakmania yang merayakan kemenangan klub

Read More...

Aktris AS Natalie Portman: UU Israel Rasis dan Keliru

SUARAJAKTIM.COM - Bintang film Amerika Serikat Natalie Portman menyebut Undang-Undang Israel rasis. Undang-Undang (UU) dimaksud adalah yang mendefinisikan Isreal

Read More...

Dikritik Sarri, Kante Justru Merasa Nyaman di Chelsea

SUARAJAKTIM.COMĀ  -Permainan N'Golo Kante sempat dikritik sang pelatih, Maurizio Sarri ketika Chelsea takluk dari Tottenham Hotspur beberapa waktu lalu.

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu