Peringatan Presiden Palestina di Sidang PBB: Yerusalem tidak untuk Dijual!

In Dunia Islam

SUARAJAKTIM.COM – Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan pada hari Kamis (27/9) bahwa hak-hak rakyat Palestina “tidak untuk tawar-menawar” dan dia menuduh Amerika Serikat (AS) merusak solusi dua negara.

Pernyataan Abbas datang sehari setelah Presiden Donald Trump mengusulkan untuk pertama kalinya sejak memimpin Gedung Putih bahwa ia “menyukai” Ide yang sudah lama dibahas sebagai cara paling efektif untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Abbas mengatakan janji Trump tentang perjanjian damai bertentangan dengan keputusan yang dibuat oleh pemerintahannya sejak menjabat.

“Dengan semua keputusan ini, pemerintahan ini telah mengingkari semua komitmen AS sebelumnya, dan telah merusak solusi dua negara,” kata Abbas dalam pidatonya kepada pertemuan tahunan para pemimpin dunia di PBB seperti dilaporkan Arab News.

Dia mengatakan warga Palestina menyambut baik inisiatif yang diluncurkan presiden AS tentang prakarsa perdamaian, tetapi mengatakan mereka “terkejut” oleh keputusan dan tindakan Washington yang jelas bertentangan dengan komitmennya terhadap proses itu.

Abbas menghentikan hubungan dengan pemerintahan Trump pada Desember setelah AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan Palestina mengatakan rencana perdamaian AS yang tertunda akan mati di masa mendatang karena sikap AS sendiri dan langkah Gedung Putih baru-baru ini yang dianggap oleh warga Palestina menguntungkan Israel.

“Yerusalem tidak untuk dijual,” kata Abbas disambut tepuk tangan saat ia memulai pidatonya di Sidang Umum PBB tahunan. “Hak-hak warga Palestina tidak untuk tawar-menawar.”

Dia mengatakan warga Palestina tidak akan pernah menolak negosiasi, tetapi hal yang “sungguh ironis bahwa pemerintah AS masih berbicara tentang apa yang mereka sebut sebagai ‘kesepakatan abad ini’.”

“Apa yang tersisa yang dimiliki pemerintahan (Trump) ini untuk diberikan kepada rakyat Palestina?” tanyanya. “Apa yang tersisa sebagai solusi politik?”

Baca Juga!  Israel Tahan 8 Warga Palestina Usai Sweeping Tepi Barat

Abbas menambahkan, ”Orang Palestina tidak akan lagi menerima AS sebagai mediator tunggal dalam proses perdamaian Timur Tengah.” “Kami juga tidak akan menerima mediasi tunggal Amerika dalam proses perdamaian,” Abbas menambahkan, mengatakan presiden AS telah menunjukkan bahwa dia “bias” terhadap Israel sejak berkuasa.

“Pemerintahan (Trump) ini telah mengingkari semua komitmen AS sebelumnya, dan telah merusak solusi dua negara, dan telah mengungkapkan klaim salahnya tentang kondisi kemanusiaan rakyat Palestina,” kata Presiden Abbas.

Trump membuat komentarnya tentang solusi dua negara saat bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Rabu (26/9). Presiden AS mengatakan kepada wartawan dia percaya bahwa dua negara – Israel dan satu negara Palestina – “berproses paling baik.”

Namun sikap Trump samar-samar tentang topik itu, menyarankan dia akan mendukung apa pun yang mungkin disetujui oleh para pihak, sebuah pesan yang juga dia ungkapkan Rabu.

“Jika Israel dan Palestina menginginkan satu negara, itu tidak masalah bagi saya. Jika mereka menginginkan dua negara, itu tidak masalah bagi saya. Saya senang jika mereka senang,” kata dia.

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman menyatakan ketidakpeduliannya terhadap pernyataan Trump, mengatakan bahwa kepentingan Israel adalah “negara Yahudi yang aman.”

Sebuah negara Palestina “tidak menarik minat saya,” kata Lieberman.

Netanyahu dengan enggan menerima konsep kenegaraan Palestina tetapi sejak itu bersikap menentang. Mitra koalisi utama mengancam untuk menggulingkan pemerintahannya jika kembali ke agenda soluisi dua negara. (SJT-2)

You may also read!

Dinas Perindustrian dan Energi DKI Cetak 184 Wirausaha IKM Baru

SUARAJAKTIM.COM - Dinas Perindustrian dan Energi (PE) DKI Jakarta telah menciptakan 184 Wirausaha Industri Baru (WUIB) hingga September 2018

Read More...

Anies Baswedan Hadiri Pengukuhan Pengurus Majelis Adat Bamus Betawi

SUARAJAKTIM.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Kamis (18/10), menghadiri pengukuhan pengurus Majelis Adat Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (Bamus

Read More...

Dispusip DKI Ajukan Anggaran Rp 202 Miliar di KUA-PPAS 2019

SUARAJAKTIM.COM - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta mengajukan anggaran Rp 202 miliar dalam rancangan Kebijakan Umum APBD

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu