Rupiah Anjlok, Pedagang Tempe Perkecil Ukuran

In Nasional

SUARAJAKTIM.COM – Nilai tukar rupiah terus melemah hingga ke level rata-rata Rp 14.900 per dolar AS. Pelemahan tersebut berdampak pada harga bahan-bahan pokok yang bersumber dari impor. Salah satunya komoditas kacang kedelai yang menjadi bahan baku pembuatan tempe dan tahu.

Salah satu pedagang tempe dan tahu di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, Becky (30 tahun), mengatakan, saat ini rata-rata harga tempe sebesar Rp 6.000 per setengah kilogram. Sementara untuk ukuran tempe dengan berat tujuh ons dihargai Rp 10 ribu. Menurut dia, hingga saat ini harga masih normal. Sedangkan harga yang sama juga berlaku untuk tahu.  “Harga masih belum berubah, tapi kemungkinan ukurannya yang jadi lebih kecil,” kata Becky saat ditemui di Pasar Tebet Barat, Kamis (6/9).

Ia tak mengetahui berapa harga kacang kedelai saat ini. Sebab, dirinya mengambil tempe dan tahu dari Pasar Jatinegara, bukan dari produsen. Menurut dia, harga yang diterima pun sampai saat ini masih sama. Jika kenaikan harga masih wajar maka harga jual ke konsumen belum akan naik.

Pedagang lainnya di pasar yang sama, Jaya (32) mengatakan, rata-rata keuntungan yang diambil pedagang hanya Rp 200-300 per setengah kilogram. Ia mengaku, untung itu sudah cukup besar bagi para pedagang tempe dan tahu di pasar tradisional.

Senada dengan Becky, Jaya mengatakan, memperkecil ukuran tempe adalah cara yang paling mudah agar konsumen tidak mengeluh.  Sebab, berkaca dari pengalaman dia sebagai pedagang, meski kenaikan hanya Rp 1.000 untuk berbagai ukuran, konsumen komplain.  “Buat orang Indonesia tempe-tahu itu salah satu makanan wajib. Rasanya ada yang kurang kalau tidak ada tempe dan tahu,” tuturnya.

Meski demikian, Jaya tak memungkiri jika harga tempe dari pedagang besar terus naik maka berimbas pada harga jual di tingkat konsumen. Mau tidak mau, harga akan naik sekitar Rp 1.000 baik untuk tempe maupun tahu.  Iya meyakini, masyarakat memahami kenaikkan tersebut jika mengetahui nilai rupiah yang sedang melemah. (ARS/R1/ROL)

Baca Juga!  Kerja Bakti Massal Kembali Digelar di Terminal Kalideres

You may also read!

DTKJ: Tiga Langkah Perbaiki Transportasi Jakarta

SUARAJAKTIM.COM - Anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Eva Azhra Latifa merekomendasikan tiga langkah untuk mendorong pengguna kendaraan pribadi

Read More...

Sandiaga Uno Rasakan Tren Pilpres Mirip Pilgub DKI

SUARAJAKTIM.COM - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno merasakan jika tren pemilihan presiden (Pilpres) tahun ini sama dengan pemilihan

Read More...

Anies Baswedan Harap Ombudsman Lengkapi Temuan Premanisme Tanah Abang

SUARAJAKTIM.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap Ombudsman Jakarta Raya melengkapi temuan mereka yang menyebutkan ada praktik premanisme

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu