Laporan Studi: Israel Miliki Persenjataan Nuklir Ilegal

In Dunia Islam

SUARAJAKTIM.COM – Penelitian yang baru dipublikasikan telah menambah bobot terhadap rahasia terburuk yang disimpan di Israel, bahwa negara itu memiliki persenjataan nuklir ilegal dan melakukan uji coba nuklir secara rahasia 39 tahun lalu.

Artikel yang diterbitkan dalam jurnal Science & Global Security pada Mei mengungkapkan isotop radioaktif ditemukan pada domba Australia setelah uji coba nuklir yang dicurigai banyak kalangan dilakukan oleh Israel di Samudera Atlantik pada 1979.

Pada September 1979, satelit “Vela” Amerika Serikat mendeteksi kilat ganda misterius di dekat sebuah kelompok pulau terpencil di lepas pantai Afrika Selatan.

Analis telah lama menduga insiden itu adalah tes senjata nuklir ilegal yang dilakukan oleh Israel bekerja sama dengan bekas rezim Apartheid.

“Analisis baru data radionuklida dan hidroakustik mendukung uji senjata nuklir hasil rendah sebagai penjelasan yang masuk akal untuk Insiden Vela yang masih diperdebatkan,” kata studi tersebut seperti dilaporkan The New Arab, Rabu (15/8).

“Artikel ini menyimpulkan bahwa yodium-131 ​​yang ditemukan pada tiroid beberapa domba Australia akan konsisten dengan hewan yang merumput di jalur potensial kejatuhan radioaktif akibat uji nuklir dengan hasil rendah,” tambahnya.

Para peneliti mengatakan data mereka berasal dari beberapa surat dan laporan yang tidak diklasifikasikan.

Israel tidak pernah membenarkan atau menyangkal adanya program nuklir dan menepis tuduhan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas insiden 1979 itu.

Terlepas dari kerahasiaan yang melingkupi persenjataan nuklir Israel, sebuah email pribadi yang dibocorkan oleh mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell menyinggung Israel yang memiliki gudang senjata “200 senjata nuklir”.

Selama beberapa dekade terakhir, para pejabat Israel kadang dengan diam-diam menyisipkan niat dan alasan di balik program senjata nuklirnya yang buram.

Baca Juga!  Pesawat Angkut Rusia Jatuh di Suriah, 39 Orang Tewas

Pada 1986, pengungkap masalah nuklir Israel, Mordechai Vanunu, dipenjara karena mengungkapkan cara kerja pembangkit nuklir Dimona Israel. Mantan teknisi nuklir itu menghabiskan lebih dari 10 tahun masa hukumannya dalam sel isolasi. (SJT-1)

You may also read!

Sarjana Muslim Dunia Desak Pemerintah Lakukan Deradikalisasi Segala Lini

SUARAJAKTIM.COM - Pertemuan para sarjana Muslim dunia yang digelar selama tiga hari mendesak agar pemerintah Indonesia dan pemerintah negara-negara

Read More...

Pembina OK OCE Andy Azisi Amin: Jadi Entrepreneur Menghidupkan Sunnah

SUARAJAKTIM.COM – Pembina Jwo OK OCE Jakarta Timur Andy Azisi Amin mengatakan, gerakan wirausaha (entrepreneurship) harus terus didorong dan dikembangkan

Read More...

HUT Ke-27, PD PAL Jaya Berikan Layanan Sedot Tinja Gratis

SUARAJAKTIM.COM - Rayakan hari ulang tahun yang ke-27, PD PAL Jaya  akan memberikan layanan sedot tinja gratis kepada masyarakat.

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu