Ustaz H. Jamaluddin Faisal Hasyim : Azan itu Panggilan Suci yang Hanya untuk Umat Nabi Muhammad

In Info Masjid & Majelis Ta'lim

SUARAJAKTIM.COM – “Kebodohan sering membawa seseorang terhadap kesalah pahaman,” ia mengawali Khutbah Jum’at siang itu dengan penuh ketegasan.

Adalah Ustaz H. Jamaluddin Faisal Hasyim, yang bertindak selaku Khotib Jum’at di masjid Al-Istiqomah Kawi-kawi pada (6/4), Jalan Percetakan negara 1, Johar Baru, Jakarta Pusat.

“Azan, panggilan suci umat Islam untuk menghadap Allah. Telah dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu. Sebagai sesuatu yang tidak enak didengar telinga. Dan anehnya, yang mengatakan ini adalah seseorang yang mengaku sebagai muslim,” katanya.

Ia lalu mengutip sebuah ayat Al-Qur’an, surat Al Maidah ayat 58 yang artinya : “Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal.”

Ia menjelaskan bahwa dalam tafsir Al-Qurthubi, bahwa mereka yang mengejek panggilan adzan berkata, seakan panggilan azan itu adalah suara keledai. Sebuah suara yang jelek dan tidak enak didengar.

Padahal, salah satu keistimewaan umat nabi Muhammad dibandingkan umat sebelumnya adalah panggilan Azan, sebuah panggilan untuk melaksanakan sholat berjamaah.

“Umat sebelum Nabi Muhammad, tidak memiliki keistimewaan ini. Hanya umat Nabi Muhammad saja yang dianugerahi keistimewaan ini,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, padahal orang-orang non-muslim di negara -negara barat sana yang mendengarkan Azan, mereka berkata bahwa suara Azan begitu indah.

“Dalam sebuah video di Youtube, seorang wanita non-muslim, sampai meneteskan air mata mendengar lantunan azan. Morgan Freeman, seorang aktor Hollywood pemenang Academy Award, mengatakan bahwa salah satu suara yang paling indah di dunia adalah azan. Sebuah video di Youtube memperlihatkan seorang Anak kecil yang berada didalam sebuah mall, ketika mendengar suara azan ia langsung mencari sumber suara tersebut,” ia menjelaskan.

Baca Juga!  Aksi Bela Islam 6-4, Demo Rasa Pasar Malam

Ia melanjutkan, namun terkadang umat islam sendiri kurang menghargai panggilan azan. Bukti bahwa kita kurang menghormati panggilan azan, yaitu tatkala mendengarnya kita tidak bersegera ke masjid.

Lalu, ia melanjutkan, mengumandangkan azan haruslah yang bersuara bagus dan merdu, supaya bisa menarik hati para pendengarnya agar bersegera ke masjid.

“Kalau azannya merdu, bisa menggetarkan hati pendengarnya dan membuatnya tertarik untuk ke masjid. Tapi kalau parau, fals, nadanya tidak beraturan, membuat orang menjadi tidak tersentuh hati saat mendengarnya,” pungkasnya.

“Sudah bagus kalau kita marah terhadap orang yang menghina azan sebagai panggilan suci umat Islam untuk menunaikan ibadah solat berjamaah. Namun akan lebih bagus lagi jika dibarengi dengan semangat kita untuk bersegera ke masjid saat panggilan azan berkumandang,” tandas Faisal. (Imam KW/CR-1/SJT-2)

You may also read!

Situs Judi Bebas Beroperasi, Judi Online Marak di Indonesia

SUARAJAKTIM.COM - Sejak beberapa bulan terakhir ini, pemerintah dan Polri sudah berhasil memblokir semua situs porno maupun situs-situs berbau

Read More...

OK OCE Bergerak ke Tingkat Global, PGO Teken MoU dengan Indonesia Diaspora

SUARAJAKTIM.COM - Setelah sukses dalam gerakan OK OCE dengan program 7 Langkah PAS (Pasti Sukses), yaitu  sebagai penumbuhan usaha

Read More...

Anies Pastikan Program Kampung Susun Bukit Duri Tetap Jalan

SUARAJAKTIM.COM - Gubernur Anies Baswedan memastikan program community action plan (CAP) untuk pembangunan Kampung Susun Bukit Duri tetap berjalan. Ia

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu