Yayasan Cahaya Aceh Gelar Pengajian Tafsir

(Last Updated On: Agustus 1, 2018)

SUARAJAKTIM.COM – Yayasan Cahaya Aceh (YCA) kembali membuka pengajian tafsir bagi warga yang ingin belajar dan memperdalam agama. Peserta terutama berasal dari wilayah Baitussalam dan sekitar Aceh Besar.

“Insya Allah (pengajian tafsir diadakan) tiap malam Rabu mulai pukul 21.00-23.00 WIB dan terbuka untuk umum,” ujar Azwir Nazar, Ketua Pembina Cahaya Aceh Foundation, dalam keterangan persnya seperti yang diterima SuaraJaktim, Rabu (1/8).

Kajian Tafsir ini merespons permintaan jamaah yang ingin memperdalam agama. “Maka kita pilihlah kajian tafsir untuk memotivasi kita belajar lebih dalam lagi tentang Al-Quran dan ibadah. Kita akan terus bergerak walau dari yang kecil dan sederhana. Mulai dari balai yang kecil di kampung,” terang Azwir.

Adapun guru pengajar yang mengisi kajian adalah Ustaz Muakhir Zakaria, seorang hafidz, dosen, dan alumni Timur Tengah. Yayasan Cahaya Aceh sengaja mengundang pengajar terbaik untuk memberikan pencerahan bagi masyarakat. Pengalaman Ustaz Muakhir saat menuntut ilmu di Universitas Al Azhar Mesir juga dikaji bersama jamaah yang hadir.

“Bila selama ini kita mungkin sering di kampung belajar yang dasar sekali seperti thaharah (bersuci), nah sekarang kita akan naikkan sedikit kajiannya,” kata Azwir.

Sementara itu, Ustaz Muakhir menjelaskan, dari banyak kitab tafsir yang popular di dunia, pihaknya memilih kitab Tafsir Al-Wasidh. Salah satu alasannya, kata dia, kitab itu sangat sederhana dan mudah dipahami serta hampir mencakup semua bahasan tafsir.

“Nanti akan dipadukan dengan beberapa kitab dan referensi lain baik yang berbahasa Arab maupun Bahasa Indonesia. Kita akan diskusikan bersama dan saling belajar. Yang terpenting dengan kita berkumpul begini dalam majlis ilmu dan zikir kita berada di taman taman syurga, insya Allah,” kata Muakhir.

“Maka ini harus digalakkan, terutama di kampung. Tak mesti berapa yang datang, tapi berkah insya Allah,” harapnya.

Sementara manhaj (metode) yang dipakai ialah mulai menggali makna yang terkandung dalam Al-Quran dari juz 30. “Karena ayat-ayat pendek paling sering kita dengar dan pakai. Ini penting sekali untuk kita kaji makna yang terkandung di dalamnya. Sehingga shalat kita juga akan lebih khusu,” papar Ust Muakhir yang juga pengasuh di Darul Ihsan Krueng Kalee.

Hadir dalam pengajian perdana Tgk Badar dari Badan Dayah Provinsi Aceh yang kebetulan tinggal tak jauh dari Balai Cahaya Aceh di Lambada Lhok. Beliau menyambut baik dan mengapresiasi inisiasi mengaji di balai cahaya Aceh.

“Alhamdulillah saya senang sekali, bila tak keluar kota insya Allah akan selalu hadir untuk mengaji disini,” ujarnya.

Bagi warga yang ingin mengaji boleh datang langsung ke Balai Cahaya Aceh tiap malam Rabu mulai pukul 21.00.23.00 WIB.

Sejauh ini YCA telah menggelar banyak program secara mandiri terutama Tahfidz Quran setiap Senin dan Kamis, Tarian Aceh pada Jumat sore, Belajar Bahasa pada Sabtu sore, dan Tilawah Al-Quran pada Ahad siang. Semua kegiatan di Balai Cahaya Aceh berjalan gratis. “

Boleh hadir bagi siapa saja yang ingin belajar,” pungkas Azwir. (SJT-1)

Mari berbagi
  • 1
    Share
  • 1
    Share

You may also read!

Wali Kota Jaksel Buka Peragaan Produk UKM Mayestik Red Carpet

SUARAJAKTIM.COM - Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali membuka kegiatan Mayestik Red Carpet di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta

Read More...

Pilih Taufik atau Mardani, Anies: Saya Bisa dengan Siapa Saja

SUARAJAKTIM.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku, bahwa dirinya tidak masalah siapapun yang akan mendampinginya terkiat pengganti Sandiaga

Read More...

Laporan Studi: Israel Miliki Persenjataan Nuklir Ilegal

SUARAJAKTIM.COM - Penelitian yang baru dipublikasikan telah menambah bobot terhadap rahasia terburuk yang disimpan di Israel, bahwa negara itu

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu