Inggris tak Ikut Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

(Last Updated On: Mei 16, 2018)

SUARAJAKTIM.COM – Pemerintah Inggris tidak berencana memindahkan kedutaan besarnya untuk Israel ke Yerusalem. Hal itu disampaikan menyusul telah dibuka dan diresmikannya kedutaan besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem.

Seorang juru bicara Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan, ketika AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Inggris telah menyatakan sikap tak setuju. Sikap itu kembali ditunjukkan ketika AS memutuskan memindahkan kedutaan besarnya untuk Israel ke Yerusalem.

“Kami tidak setuju dengan keputusan AS untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sebelum perjanjian status (tentang Yerusalem) final,” kata juru bicara May pada Senin (14/5), dikutip laman Al Arabiya.

Sampai saat ini pun Inggris tetap mempertahankan sikapnya dan tak akan mengikuti jejak AS memindahkan kedutaan besar untuk Israel ke Yerusalem. “Kedutaan Inggris untuk Israel berbasis di Tel Aviv dan kami tidak punya rencana untuk memindahkannya,” ujar juru bicara May.

Sementara itu, Menteri Inggris untuk Timur Tengah Alistair Burt menyesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan pasukan keamanan Israel terhadap ribuan warga Palestina yang berdemonstrasi di perbatasan Jalur Gaza. “Kehilangan nyawa dan jumlah besar warga Palestina yang terluka adalah tragis, dan sangat mengkhawatirkan bahwa jumlah mereka yang tewas terus meningkat,” ujarnya.

Burt meminta Israel agar mampu menahan diri. Sebab menurutnya, tindakan tersebut merusak upaya perdamaian antara Palestina dan Israel. Inggris, kata dia, tetap berkomitmen terhadap solusi dua negara, dengan Yerusalem sebagai ibu kota bersama.

Sedikitnya 55 warga Palestina telah tewas dan ribuan lainnya luka-luka akibat diserang pasukan keamanan Israel ketika berdemonstrasi perbatasan Gaza-Israel pada Senin (14/5). Ribuan warga Palestina di perbatasan Jalur Gaza melakukan demonstrasi dalam rangka menentang pembukaan Kedubes AS di Yerusalem. Dalam aksi tersebut, massa pun menyuarakan tentang pengembalian hak para pengungsi Palestina untuk pulang ke desanya yang direbut dan diduduki Israel pasca Perang Arab-Israel tahun 1948.(Rifai/R1/ROL)

Mari berbagi

You may also read!

Esther: Puasa di Bulan Ramadhan Pengalaman Baruku

SUARAJAKTIM.COM - Esther anak pertama dari dua bersaudara. Adik laki-lakinya sudah bersyahadat lebih dulu pada 2006. "Orang tua awalnya

Read More...

185 Petugas Gabungan Gelar Razia Miras di Jakarta Timur

SUARAJAKTIM.COM - Sebanyak 185 petugas gabungan menggelar razia minuman keras di wilayah Jakarta Timur sepanjang Rabu (23/5) malam hingga

Read More...

Komisi IV-Bulog Sepakat Tolak Rencana Impor Beras Tahap II

SUARAJAKTIM.COM - Komisi IV DPR RI bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) menolak rencana impor beras tahap II sebesar 500

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu