Ustaz H. Jamaluddin Faisal Hasyim : Azan itu Panggilan Suci yang Hanya untuk Umat Nabi Muhammad

(Last Updated On: April 11, 2018)

SUARAJAKTIM.COM – “Kebodohan sering membawa seseorang terhadap kesalah pahaman,” ia mengawali Khutbah Jum’at siang itu dengan penuh ketegasan.

Adalah Ustaz H. Jamaluddin Faisal Hasyim, yang bertindak selaku Khotib Jum’at di masjid Al-Istiqomah Kawi-kawi pada (6/4), Jalan Percetakan negara 1, Johar Baru, Jakarta Pusat.

“Azan, panggilan suci umat Islam untuk menghadap Allah. Telah dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu. Sebagai sesuatu yang tidak enak didengar telinga. Dan anehnya, yang mengatakan ini adalah seseorang yang mengaku sebagai muslim,” katanya.

Ia lalu mengutip sebuah ayat Al-Qur’an, surat Al Maidah ayat 58 yang artinya : “Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal.”

Ia menjelaskan bahwa dalam tafsir Al-Qurthubi, bahwa mereka yang mengejek panggilan adzan berkata, seakan panggilan azan itu adalah suara keledai. Sebuah suara yang jelek dan tidak enak didengar.

Padahal, salah satu keistimewaan umat nabi Muhammad dibandingkan umat sebelumnya adalah panggilan Azan, sebuah panggilan untuk melaksanakan sholat berjamaah.

“Umat sebelum Nabi Muhammad, tidak memiliki keistimewaan ini. Hanya umat Nabi Muhammad saja yang dianugerahi keistimewaan ini,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, padahal orang-orang non-muslim di negara -negara barat sana yang mendengarkan Azan, mereka berkata bahwa suara Azan begitu indah.

“Dalam sebuah video di Youtube, seorang wanita non-muslim, sampai meneteskan air mata mendengar lantunan azan. Morgan Freeman, seorang aktor Hollywood pemenang Academy Award, mengatakan bahwa salah satu suara yang paling indah di dunia adalah azan. Sebuah video di Youtube memperlihatkan seorang Anak kecil yang berada didalam sebuah mall, ketika mendengar suara azan ia langsung mencari sumber suara tersebut,” ia menjelaskan.

Ia melanjutkan, namun terkadang umat islam sendiri kurang menghargai panggilan azan. Bukti bahwa kita kurang menghormati panggilan azan, yaitu tatkala mendengarnya kita tidak bersegera ke masjid.

Lalu, ia melanjutkan, mengumandangkan azan haruslah yang bersuara bagus dan merdu, supaya bisa menarik hati para pendengarnya agar bersegera ke masjid.

“Kalau azannya merdu, bisa menggetarkan hati pendengarnya dan membuatnya tertarik untuk ke masjid. Tapi kalau parau, fals, nadanya tidak beraturan, membuat orang menjadi tidak tersentuh hati saat mendengarnya,” pungkasnya.

“Sudah bagus kalau kita marah terhadap orang yang menghina azan sebagai panggilan suci umat Islam untuk menunaikan ibadah solat berjamaah. Namun akan lebih bagus lagi jika dibarengi dengan semangat kita untuk bersegera ke masjid saat panggilan azan berkumandang,” tandas Faisal. (Imam KW/CR-1/SJT-2)

Mari berbagi

You may also read!

Esther: Puasa di Bulan Ramadhan Pengalaman Baruku

SUARAJAKTIM.COM - Esther anak pertama dari dua bersaudara. Adik laki-lakinya sudah bersyahadat lebih dulu pada 2006. "Orang tua awalnya

Read More...

185 Petugas Gabungan Gelar Razia Miras di Jakarta Timur

SUARAJAKTIM.COM - Sebanyak 185 petugas gabungan menggelar razia minuman keras di wilayah Jakarta Timur sepanjang Rabu (23/5) malam hingga

Read More...

Komisi IV-Bulog Sepakat Tolak Rencana Impor Beras Tahap II

SUARAJAKTIM.COM - Komisi IV DPR RI bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) menolak rencana impor beras tahap II sebesar 500

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu