Efek Mohamed Salah Bikin Penggemar Sepak Bola Dunia Ingin ‘Jadi Muslim’

(Last Updated On: Maret 3, 2018)

SUARAJAKTIM.COM – Mesut Ozil, Mousa Dembele, Riyad Mahrez, Paul Pogba, dan Mohamed Salah adalah pemain Muslim yang saat ini membintangi Liga Primer Inggris.

Iman mereka dapat dilihat dalam tingkah laku mereka di lapangan – menangkupkan tangan dalam doa tanpa suara sebelum kick-off atau melakukan sujud karena berhasil mejebol gawang lawan.

Seperti dikutip suarajaktim.com dari BBC Sport, Sabtu, bagi Salah, yang telah membukukan 23 gol di Liga Primer untuk Liverpool musim ini, agamanya telah menjadi inspirasi bagi penggemar Liverpool.

Saking menakzimkan sosok Salah, sekelompok fan Liverpool sampai mengubah lirik lagu Good Enough yang dipopulerkan oleh Dodgy pada tahun 1996.

Para penggemar The Reds itu bernyanyi, “Jika dia cukup baik untukmu, dia cukup baik untukku, jika dia mencetak beberapa skor lagi maka aku juga akan menjadi Muslim. Jika dia cukup baik untukmu dia cukup baik bagiku, duduk di masjid tempat yang aku inginkan.”

Mo Sa-lah lah lah lah lah
Mo Sa-lah lah lah lah lah
If he’s good enough for you
he’s good enough for me
If he scores another few
then I’ll be Muslim too
If he’s good enough for you
he’s good enough for me
Sitting in a mosque
That’s where I wanna be
Mo Sa-lah lah lah lah lah

Tidak hanya fan Liverpool yang memuji gubahan lagu tersebut, para penggemar di luar klub itu pun juga menyukai lagu persembahan untuk sang mesin gol asal Mesir.

Video fan sedang bernyayi untuk Salah diunggah di Twitter dan menjadi viral. Penggemar non-Liverpool bahkan menepikan loyalitas mereka dan tidak sungkan memuji video dan lirik lagu itu.

Di kota asalnya Besayoun dekat Kairo, Salah akan berusia empat tahun pada saat Dodgy merilis lagu itu sehingga tidak mungkin dia mendengarnya saat itu. Kini pemain berusia 25 tahun itu pasti sudah menyimaknya.

CNN

Video tersebut telah mendapatkan liputan besar dari media dan penggemar Liverpool. Anggota klub Asif Bodi menyukai pesan dalam lagu tersebut dan bersikeras Salah dan videonya memiliki efek pemersatu di Liverpool, kota tempat tinggal pengacara William Quilliam, orang Inggris pertama yang masuk Islam pada tahun 1887 dan membangun masjid pertama dan pusat Islam di negara itu.

“Lagu Mo Salah menunjukkan betapa toleran dan tingginya sambutan warga Liverpool. Secara historis Liverpool memiliki reputasi menyambut pengunjung dan juga merupakan lokasi salah satu masjid pertama di Kepulauan Inggris,” kata Bodi.

“Senang sekali melihat semua pencurahan kasih sayang yang positif terhadap Mohamed. Saya selalu mendukung pemain Liverpool tapi saya tidak bisa menyembunyikan kebanggaan saya bahwa Mo bukan hanya pemain Liverpool yang hebat, juga sesama Muslim yang taat.”

Akarab dengan Anfield, kandang Liverpool, Bodi adalah bagian dari sejumlah besar Muslim yang mendukung klub tersebut. Dia mengatakan efek penampilan cemerlang Salah telah menumbuhkan jumlah fan klub kesayangannya.

“Keberhasilan Salah juga mendorong peningkatan basis penggemar Liverpool di Inggris dan di seluruh dunia Muslim. Saya senang mendengar ada penggemar Manchester United berusia 10 tahun yang menjadi penggemar Liverpool gara-gara lagu tersebut. Itu sungguh bagus,” tambahnya.

Bangga

Seperti Salah, bintang tim nasional Jerman  yang menjuarai Piala Dunia,  Mesut Ozil, bangga dengan agamanya dan dengan senang menunjukkannya di lapangan.

“Saya seorang Muslim, saya percaya akan hal itu, Anda bisa lihat sebelum pertandingan yang saya lakukan adalah berdoa dan saya senang bisa terus berada di jalan ini, yang memberi saya banyak kekuatan,” ujar punggawa Arsenal itu.

“Saya adalah seseorang yang selalu bersyukur, seseorang yang tidak hanya menginginkan yang terbaik untuk saya tapi juga untuk Masyarakat,” imbuh Ozil.

Mezut Ozil berdoa sebelum bertanding. BBC Sport

Seiring kian tingginya keberagaman agama fan di Liga Primer, Stadion Emirates, kandang Arsenal, menyediakan ruang ibadah khusus untuk para penggemar mereka, termasuk Muslim.

Ketika waktu salat tiba saat pertandingan, para penggemar memiliki tempat aman dan nyaman untuk fokus pada iman mereka selama beberapa menit sebelum kembali ke tempat duduk mereka.

Pada September 2016, tempat utama baru di Anfield selesai dibangun dan ruang ibadah para penggemar multiiman termasuk di dalamnya.

Ini bukan hanya sebagai tanggapan atas beragam kebutuhan basis penggemar Liverpool, namun juga sebagai respons atas pengalaman tak mengenakkan yang dialami Bodi dan rekan pengacaranya dan fan Muslim Tha Reds, Abubakar Bulla, pada 2015.

Foto-foto Bodi dan Bhula yang sedang salat di Anfield memicu komentar pedas di Twitter ketika seorang penggemar Liverpool men-tweet, “Muslim salat setengah waktu saat pertandingan kemarin. #Memalukan.”

Liverpool dengan cepat mengecam tweet tersebut, begitu juga penggemar Liverpool lainnya di media sosial.

Menengok ke belakang, Bodi dan Bulla bertanya-tanya apakah penggemar yang berpandangan negatif saat mereka salat sekarang sama-sama penggemar yang bersorak keras saat striker Muslim Salah merobek gawang lawan dan kemudian sujud di lapangan atas dorongan imannya.

“Saya sekarang mengerti bahwa reaksi negatif di Twitter tentang salat kami saat itu adalah reaksi dari minoritas yang sangat kecil, dan lagu Mo Salah menunjukkan perasaan Liverpudlians yang sesungguhnya,” kata Bodi, yang memuji ruang salat fans Liverpool.

“Keberadaan fasilitas ini niscaya semakin meningkatkan jumlah umat Islam yang  datang menonton pertandingan sepakbola,” tandasnya.

Di London Timur pada Oktober 2013, saat pertandingan antara West Ham dan Manchester City, sekelompok kecil penggemar Muslim – karena tidak tersedia ruang salat – mencoba menunaikan salat di sebuah tempat di bawah tempat utama di bekas kandang klub tersebut, Upton Park.

Video tentang mereka kemudian muncul di media sosial yang membuat mereka menderita perlakuan rasis hebat dan Islamofobia.

Terdorong untuk bertindak, dan untuk menghindari kesalahpahaman di masa depan, West Ham berjanji kandang baru mereka, Stadion London, akan menyediakan ruang ibadah multiagama.

Seri A

Sebelum berkiprah di Liga Primer, Salah merumput di Seri A Italia, bersama Fiorentina–status pinjaman dari Chelsea–dan AS Roma. Kehadirannya ternyata mendapat sambutan baik dari komunitas Muslim di ‘Negeri Pizza’.

Mohamed Salah tahu benar cara mensyukuri nikmat yang ia dapatkan. Pemain Fiorentina itu mendonasikan uang 60 ribu euro (sekitar Rp843 juta) kepada komunitas Muslim di daerah Tuscany.

Salah dianggap bisa merepresentasikan gambaran sebenarnya tentang Islam yang jauh dari kesan teroris yang selama ini digembor-gemborkan oleh media barat.

Salah memang dikenal sebagai seorang muslim taat. Tak heran, meski sedang bepergian bertanding bersama timnya, kitab suci Al-Quran tetap selalu ia bawa.

Pada suatu kesempatan, ia tertangkap kamera sedang memegang Al-Quran di sebuah bandara ketika AS Roma datang ke Genoa untuk melakoni laga lanjutan Seri A.

Foto: AS Roma

Foto yang diunggah oleh klub raksasa Italia di akun Facebook mereka pada 2 Mei 2016 lalu menarik perhatian jutaan umat Muslim dunia.

Para warganet Muslim pun banyak yang terharu melihat foto itu, yang mendapatkan like paling banyak, dan dibagikan hingga ribuan kali.

Foto itu dihujani banjir pujian dan komentar berisi nada kekaguman dari netizen Muslim dari seluruh dunia untuk Salah. (Hsyms/SJT-2)

Mari berbagi
  • 4
    Shares
  • 4
    Shares

You may also read!

Esther: Puasa di Bulan Ramadhan Pengalaman Baruku

SUARAJAKTIM.COM - Esther anak pertama dari dua bersaudara. Adik laki-lakinya sudah bersyahadat lebih dulu pada 2006. "Orang tua awalnya

Read More...

185 Petugas Gabungan Gelar Razia Miras di Jakarta Timur

SUARAJAKTIM.COM - Sebanyak 185 petugas gabungan menggelar razia minuman keras di wilayah Jakarta Timur sepanjang Rabu (23/5) malam hingga

Read More...

Komisi IV-Bulog Sepakat Tolak Rencana Impor Beras Tahap II

SUARAJAKTIM.COM - Komisi IV DPR RI bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) menolak rencana impor beras tahap II sebesar 500

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu