Masjid Pertama di China, Bangunan Terbaik di Masanya

In Info Masjid & Majelis Ta'lim

SUARAJAKTIM.COM – Menurut Ibrahim Tien Ying Ma, masjid yang pertama kali dibangun di China adalah Masjid Kwang Tah Se. Kwang Tah Se berarti masjid dengan Menara Cemerlang, di daerah Chang-an (Kanton).

Dinamakan demikian, karena menara masjid di di Kota Guangzhou itu merupakan bangunan terbaik ketika itu. Dan, ketika malam hari cahayanya sangat terang.

Dalam versi lain disebutkan, masjid itu bernama Huaisheng, atau Masjid Memorial. Konon, Masjid Kwang Tah Se dibangun oleh seorang sahabat Saad bin Abi Waqqash yang bernama Yusuf. Pendirian masjid ini diizinkan oleh kaisar yang berkuasa ketika Dinasti Tang, yaitu Kaisar Yong Hui (Yung Wei).

Ibrahim menyatakan, menara Masjid Kwang Tah Se di Kanton, selain dipakai untuk memanggil orang shalat (adzan), juga dipakai sebagai mercusuar oleh kapal-kapal yang berlayar memasuki Kanton. Sedangkan, jentera pada puncak atapnya dipergunakan untuk menunjukkan arah mata angin.

Profesor SM Fatimi, guru besar di Universitas Malaya, mengungkapkan, masjid dengan Menara Cemerlang di Kanton itu pembangunannya meniru masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah SAW, yaitu Masjid Quba. Pernyataan ini juga dikukuhkan oleh Senator AD Alonto, yang juga melakukan penelitian tentang masjid tersebut.

Sedangkan, masjid lainnya yang dibangun di Kanton adalah Chee Lin Se, yang berarti masjid dengan Tanduk Satu. Masjid itu masih tetap berdiri hingga saat ini setelah 14 abad.

Islam Masuk ke China

Sejarah mencatat, Islam masuk ke China pada masa Dinasti Tang (618-905 M), yang dibawa oleh salah seorang panglima Muslim, Saad bin Abi Waqqash RA, di masa Khalifah Utsman bin Affan RA.

Menurut Chen Yuen, dalam karyanya, A Brief Study of the Introduction of Islam to China, masuknya Islam ke Cina sekitar tahun 30 H atau sekitar 651 M.

Baca Juga!  Masjid Indonesia Bertebaran di Korea Selatan

Dari waktu ke waktu, Islam terus berkembang di negeri Tirai Bambu. Hingga saat ini ada 10 etnis minoritas di China yang memeluk agama Islam, seperti dilaporkan Antara, sebagian besar etnis Hui dan Uygur.

Berdasarkan riset Pew Forum on Religion & Public Life, pemeluk agama Islam di ‘Negeri Panda’ mencapai 23,3 juta jiwa pada 2010. Provinsi Xinjiang adalah wilayah dengan jumlah penganut Islam terbesar di Cina. Menurut CNN, ada sekitar 10 juta warga Muslim di wilayah itu.

Selain itu, ada sekitar 30 ribu masjid berdiri di tanah China dengan memiliki sekitar 40 ribu imam dan pengajar Muslim. Menurut Asosiasi Islam China, sejak 1980 sudah ada sekitar 40 ribu Muslim China yang menunaikan ibadah haji.

Meski secara keseluruhan Islam masih menjadi minoritas di negera berideologi komunis itu, namun The China Religion Survey 2015 yang dirilis oleh National Survey Research Center (NSRC), Renmin University of China, mengungkapkan Islam adalah agama yang populer di kalangan anak muda China.

Survei menunjukkan 22,4% anak muda China memeluk agama Islam. Meski masih menjadi agama minoritas namun survei Pew mengungkapkan jumlah penganut Islam akan terus bertambah, bahkan akan menjadi 29,9 juta pada tahun 2030. (ROL)

You may also read!

Warga Gaza: Semua Menjadi Target Israel

SUARAJAKTIM.COM - Ahmed Abu Saif terdiam melihat tumpukan puing-puing bangunan lima lantai miliknya. Bangunan itu merupakan salah satu dari

Read More...

Sejak Januari, PTSP Matraman Jakarta Timur Terbitkan 2.317 Perizinan

SUARAJAKTIM.COM - Sejak Januari hingga Selasa (13/11) kemarin, Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kecamatan Matraman, Jakarta Timur telah

Read More...

Pendataan Aset Pemprov DKI Sudah 75 Persen

SUARAJAKTIM.COM - Pendataan aset-aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah mencapai 75 persen. Kepastian aset tersebut menjadi salah

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu