Bukalapak IPO, Segini Harta Achmad Zaky, Fajrin & Kaimuddin

In Halal Lifestyles

SUARAJAKTIM.COM – Perusahaan e-commerce Indonesia, PT Bukalapak.com Tbk akan menawarkan saham maksimal sebesar 25.765.504.851 saham biasa dalam penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Target pencatatan saham perdana ini pada 6 Agustus mendatang.

Berdasarkan prospektus, saham ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran berkisar antara Rp 750 sampai dengan Rp 850/saham sehingga target dana mencapai maksimal Rp 21,90 triliun alias nyaris Rp 22 triliun.IPO ini menjadi tonggak bersejarah perusahaan yang kini dikendalikan oleh Grup Emtek ini.

Situs resminya mencatat Bukalapak didirikan pada 2010 oleh Achmad Zaky Syafuddin dan dua orang teman satu kuliahnya, Muhammad Fajrin Rasyid dan Nugroho Herucahyono, dengan tujuan untuk membantu warung-warung yang kesehariannya mengalami kesulitan beradaptasi di era internet.Kini perusahaan akan segera menjadi perusahaan publik dan tercatat di BEI dengan kode saham BUKA.

Masa penawaran awal (bookbuilding dalam penentuan harga) yakni 9-19 Juli, tanggal efektif dari OJK diharapkan pada 26 Juli dan masa penawaran umum pada 28-30 Juli. Adapun target tercatat di papan perdagangan atau listing di BEI pada 6 Agustus mendatang.

Pencapaian ini pun membuat publik penasaran, berapa nilai valuasi saham para pendiri Bukalapak?

Dalam konferensi pers virtual Jumat (9/7), CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin membeberkan sejumlah investor yang mempercayakan dananya menopang bisnis perusahaan selama ini. Namun dia menegaskan sebagian besar pemegang saham masih dimiliki Indonesia.

Beberapa nama yang disebut di antaranya Grup Emtek (PT Elang Mahkota Teknologi Tbk/EMTK, lewat PT Kreatif Media Karya/KMK Online), Microsoft, perusahaan investasi dana abadi Singapura (GIC), Shinhan dari Korea Selatan, Mirae Asset-Naver Asia Growth Investment Pte. Ltd, Mandiri Capital, dan StandChart (Stardard Chartered).”Bukapalak mendapat kepercayaan strategis dari pemegang saham strategis, perusahaan tekno terkemuka Emtek, Microsoft. Perusahaan investasi GIC, Shinhan, Mandiri Capital, StandChart. Mayoritas pemegang saham masih dimiliki Indonesia,” katanya dalam konferensi pers IPO yang disiarkan langsung lewat akun Youtube, Jumat ini (9/7).

Baca Juga!  Istri Mantap Bercadar, Reaksi Penyanyi Virgoun Bikin Haru

Berdasarkan prospektus IPO, tercatat ada 54 institusi dan perorangan dan 1 pemegang saham lainnya (yang terdiri dari 204 pemegang saham perorangan yang merupakan karyawan atau eks karyawan perseroan).

Saat ini Kreatif Media Karya terbesar dengan 31,90%, API Hong Kong Investment 17,40%, dan Archipelago Investmet Ptd Ltd 12,60%.

Mari kita bedah satu-satu saham dari Achmad Zaky, Fajrin Rasyid yang kini menjabat Direktur Digital PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), Nugroho Herucahyono, Kaimuddin (CEO), dan Teddy Oetomo (President Bukalapak).

Mengacu data prospektus, Achmad Zaky saat ini memegang 5,76% saham Bukalapak atau setara 4.452,515.674 unit saham. Setelah IPO, saham Zaky akan terdilusi secara persentase tetapi secara jumlah tetap sama yakni 4.452.515.674 saham atau persentasenya menjadi 4,32%.

Dengan asumsi harga saham IPO 750-850/saham, maka valuasi saham Zaky menjadi Rp 3,34-Rp 3,78 triliun. Valuasinya akan terus naik bila nanti pada 6 Agustus saham Bukalapak melesat, misal tembus auto reject atas 25% dalam sehari.

Menurut situs Indonesia Development Forum, Zaky yang alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini pernah mendapatkan Merit Award pada kompetisi INAICTA (Indonesia ICT Awards) 2008. Zaky sempat meraih beasiswa studi ke Oregon State University dari pemerintah Amerika Serikat, dan mewakili ITB dalam ajang Harvard National Model United Nations 2009.

Pemegang saham Bukalapak 1, prospektusFoto: Pemegang saham Bukalapak 1, prospektus
Pemegang saham Bukalapak 1, prospektus
Pemegang saham Bukalapak 2, prospektusFoto: Pemegang saham Bukalapak 2, prospektus
Pemegang saham Bukalapak 2, prospektus
Pemegang saham Bukalapak 3, prospektusFoto: Pemegang saham Bukalapak 3, prospektus
Pemegang saham Bukalapak 3, prospektus

Berikutnya Fajrin. Direktur Telkom ini memiliki 3,53% atau 2.725.322.633 saham Bukalapak, dan setelah IPO jumlahnya tetap saham tetapi persentase terdilusi menjadi 2,64%. Valuasinya menjadi Rp 2,04-Rp 2,32 triliun.

Baca Juga!  Edamame, Camilan Baik Bagi Penderita Diabetes

Situs Telkom mencatat, Fajrin ditunjuk Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Direktur Digital Business Telkom berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom pada 28 Mei 2020.

Dia alumnus S1 Teknik Informatika-ITB (2009), Student Exchange Program, Daejeon University (2008), Executive Educations in Scaling Entrepreneurial Ventures, Harvard Business School (2018), dan Executive Educations in Innovations and Growth, Stanford University School of Business (2019).

Lanjut, Muhammad Rachmat Kaimuddin memiliki 0,13% atau 104.291.245 saham. Setelah IPO, persentase sahamnya jadi 0,10% kendati jumlahnya tetap. Valuasi sahamnya Rp 78,22-Rp 88,65 miliar.

Kaimuddin meraih gelar Bachelor of Science dari Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, MA, dan Master of Business Administration dari Stanford University, California, Amerika Serikat.

Sebelum bergabung dengan Bukalapak, dia menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Perencanaan PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) mulai 2018, dan sebagai anggota Dewan Komisaris pada bank yang sama, hingga diangkat sebagai Direktur pada 2014.

Pernah menjabat Managing Director PT Cardig Air Services, Chief Financial Officer PT Bosowa Corporindo, Managing Director PT Semen Bosowa Maros, Vice President Baring Private Equity Asia , dan Principal di Quvat.

Lalu, Nugroho Heru Cahyono memiliki 2,78% atau sebanyak 2.145.675.938. Setelah IPO persentase sahamnya berkurang jadi 2,08%. Valuasinya yakni Rp 1,61-Rp 1,82 triliun.

Adapun sang President Bukalapak, Teddy Nuryanto Oetomo punya 0,20% atau 156.990.392 yang persentasenya berkurang setelah IPO menjadi 0,15%. Valuasinya mencapai Rp 118-Rp 133 miliar.

Sebelumnya Teddy bekerja di Credit Suisse Indonesia sebagai Head of Equity Research periode 2006-2014. Teddy memegang gelar Ph.D. di bidang Ekonomi dengan penghargaan First Class Honors dari University of Sydney pada 2005. (Ars/Sumber: cnbcindonesia)

Baca Juga!  Bos BI Ungkap 4 Syarat Agar Produk Halal RI Mendunia

You may also read!

Sejarah Singkat PB KARYA MUDA club Badminton di kelurahan Bojong Pondok Terong-Depok

SUARAJAKTIM.COM - Pada awalnya lapangan pb karya muda itu bernama pb karya 21 terletak di kelurahan bojong pondok terong

Read More...

Ratusan Warga Cipinang Besar Utara Jalani Vaksinasi Covid-19

SUARAJAKTIM.COM - Sebanyak 414 warga Kelurahan Cipinang Besar Utara menjalani vaksinasi Covid-19, di SD Negeri 10 dan SD Negeri

Read More...

Tekan Penyebaran COVID-19, Pemprov DKI Bersama Human Initiative Luncurkan 3 Unit Mobile Lab

SUARAJAKTIM.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas 3T yakni Testing, Tracing, dan Treatment yang merupakan

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu