Tarif Ojol Jadi Rp 2.650/Km, Kemenhub: Penumpang Mau Bayar

In Komunitas

SUARAJAKTIM.COM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan untuk menaikkan tarif ojek online untuk wilayah Jabodetabek. Sementara Zona lainnya tarifnya tetap atau tak berubah.

Untuk tarif batas bawah yang sebelumnya Rp 2.000/km akan naik menjadi Rp 2.250/km atau naik Rp 250/km. Untuk tarif batas atas naik dari Rp 2.500/km menjadi Rp 2.650/km. Artinya kenaikan Rp 150/km.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi mengatakan keputusan ini merupakan hasil evaluasi bersama antara Kemenhub, YLKI, dan aplikator. Untuk keputusan ini dilakukan terlebih dahulu survey pada 13-17 Februari 2020 pada 1.862 responden.

Para responden ini kemudian diminta tanggapan lima skema kenaikan tarif batas bawah dan tarif batas atas mulai dari kenaikan Rp 100/km hingga Rp 500/km.”Titik jenuh kenaikan tarif minimum per km adalah Rp 225 per km, artinya responden pengguna ojek online masih mempunyai keingainan membayar (willingness to pay) hingga tarif Rp 2.225 per km,” ujar Budi Setiadi di Jakarta, Selasa (10/3/2020).”Untuk kenaikan tarif maksimal per km titik jenuh adalah Rp 150 per km, artinya responden pengguna ojek online masih memiliki keinginan membayar (willingness to pay) hingga Rp 2.650 per km.”

Patut dicatat tarif ojol terdiri dari dua komponen. Tarif langsung atau yang ditentukan oleh Kemenhub dan tarif tidak langsung yang ditemukan oleh aplikator seperti Grab dan Gojek. Besarannya maksimal 20% dari total tarif. Jadi ada kemungkinan kenaikan tarif bisa lebih tinggi dari Rp 150 hingga Rp 250 per kilometer.

Berikut daftar tarif baru ojol yang berlaku di Indonesi mulai 16 Maret 2020:

Zona I (Sumatera dan Bali, kecuali Jabodetabek)

  • tarif batas bawah: Rp 1.850/km
  • tarif batas atas: Rp 2.300/km
  • Biaya jasa minimal 4 km pertama: Rp 7.000 – Rp 10.000
Baca Juga!  Fantastis! Motor Klasik Honda Astrea Grand, Terjual Mahal

Zona II (Jabodetabek)

  • tarif batas bawah: Rp 2.250/km
  • tarif batas atas: Rp 2.650/km
  • Biaya jasa minimal 4 km pertama: Rp 9.000 – Rp 10.500

Zona III (Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, dan Papua)

  • tarif batas bawah: Rp 2.100/km
  • tarif batas atas: Rp 2.600/km
  • Biaya jasa minimal 4 km pertama: Rp 7.000 – Rp 10.000.

(ARS2/Sumber: CNBCIndonesia)

You may also read!

Buka Suara Soal Hong Kong, Inggris ‘Ancam’ Ini ke China

SUARAJAKTIM.COM - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan dirinya akan menawarkan jutaan visa bagi warga Hong Kong dan kesempatan untuk

Read More...

15 Pelanggar PSBB di Cipayung Dijatuhi Sanksi

SUARAJAKTIM.COM - Kecamatan Cipayung kembali melakukan pengawasan dan penindakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kali ini pengawasan dan penindakan

Read More...

Kisah Mualaf Ying Penemu Rapid Test Putuskan Memakai Jilbab

SUARAJAKTIM.COM - Nama Profesor Jackie Ying, mencuat seiring ditemukannya alat uji covid-19 tercepat (Rapid test) pada tahun ini. Ying

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu