20 Tahun Memeluk Islam, Agustina: Saya Merasa Damai

In Dakwah Islam

SUARAJAKTIM.COM – Sudah 20 tahun pemilik nama lengkap Agustina Sri Kumardani Paningrum ini memeluk Islam. Tidak mudah meyakinkan keluarga besarnya atas jalan hidup yang dia pilih. 

Sejak memeluk Islam, hanya beberapa orang saja dari keluarga yang mendukungnya. Perempuan asal Jawa Tengah ini pun harus hijrah jauh dari keluarga karena perbedaan keyakinannya. “Saya harus siap dengan konsekuensinya saat itu, bapak saya dengan tegas tidak mengakui saya sebagai anak karena pilihan agama saya,” kata dia kepada sebagaimana dikutip dari dokumentasi Harian Republika, beberapa waktu lalu.  

Kedua orang tuanya bertanya-tanya alasan dia memilih memeluk Islam. Agustina meyakinkan bahwa pilihannya bukan karena saat itu dia berpacaran dengan pria Muslim. 

Bagi dia, ini murni pilihan karena keyakinannya dengan Islam. Saat menjadi Muslim dia merasa lebih tenang dan damai. Sikap bapak dan adik-adiknya memang berubah setelah Agustina memeluk Islam. Mereka mengacuhkannya. Agustina tak pernah diajak berbicara. 

Kehidupannya tidak lagi ditopang ayahnya. Agustina terpaksa harus membiayai hidupnya sendiri, pun saat dia menikah. Agustina bersyukur, saat dia menikah keluarga mertuanya mau membiayai segala kebutuhan pernikahan mereka. Ini merupakan salah satu keberkahan Islam, ketika ada kesulitan Allah selalu memberikan kemudahan. Meskipun begitu, tak ada perubahan sikap dari ibunya. Hanya saja memang pada awalnya ibunya merasa sedih dan kecewa.  

Karena sikap keluarganya tersebut, Agustina memutuskan hijrah sembari mencari pekerjaan. Karena memang dia memeluk Islam setelah lulus kuliah. Sebenarnya dia sudah mendapatkan pekerjaan di Pati, tetapi karena memilih menjaga perasaan kedua orang tuanya dia memilih tidak tinggal bersama mereka. 

Agustina memutuskan hijrah ke Jakarta. Dia tinggal bersama dengan saudaranya. Di Jakarta jugalah dia mendapatkan pekerjaan. Tak lama sekitar tujuh bulan bekerja, dia menikah. Menikah menjadi pilihannya. Karena saat itu dia merasa tidak ingin menjadi beban saudaranya. Lagipula Agustina merasa sudah saatnya dia hidup mandiri.

Baca Juga!  Upaya Mualaf Selandia Baru Kampanyekan Islam Lewat Film

Selama tinggal bersama saudara di Jakarta, dia mendalami Islam, istri saudaranya memiliki pemahaman agama dan pintar mengaji. Dia pun belajar mengaji Alquran dari saudaranya. Meskipun Agustina menikah, hubungan dengan kedua orang tuanya belum juga membaik. Baru ketika anak pertamanya lahir, hubungan mereka mulai mencair.”Saat itu saya melahirkan anak pertama, apalagi bapak saya baru kehilangan adik bungsu saya yang meninggal dunia, hubungan kami dengan bapak mulai membaik,”tutur dia. Meskipun sejak lama, sikap keluarganya dingin, Agustina tetap silaturahim dan baik dengan mereka. 

Dia bersyukur, telah dikaruniai tiga anak yang pandai. Apalagi anak pertamanya saat ini sedang menempuk pendidikan sarjana di universitas impiannya, Universitas Padjajaran. Demikian juga kedua anak lainnya yang kini berada di sekolah menengah pertama. Dia berharap anak-anaknya tidak akan mengalami ujian berat yang dialami ibunya.

Saat ini Agustina hanya berharap dapat selalu istiqamah dalam keislamannya. Dia yakin hanya Islamlah yang membuat hidup, hati dan keluarganya damai dan bahagia.(ARS2/Sumber:ROL)

You may also read!

Cegah Pohon Tumbang, 12 Pohon di Jalan Malaka 1 Jaktim Dipangkas

SUARAJAKTIM.COM - Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) melakukan penopingan (pemangkasan) pohon yang ada di Jalan Malaka 1

Read More...

Dinas KPKP-TP PKK DKI Gelar Webinar Pembuatan Kaldu Dari Sayuran Untuk MPASI

SUARAJAKTIM.COM - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, Pertanian (KPKP) berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK DKI Jakarta menggelar webinar dengan tema

Read More...

Anies Baswedan Imbau Warga Tetap Gunakan Masker Saat Kumpul Keluarga

SUARAJAKTIM.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap mengenakan masker selama libur panjang pada

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu