Lima Pernyataan Keras MUI soal Disertasi Mahasiswa UIN tentang Hubungan Seks Nonmarital

In Dunia Islam

SUARAJAKTIM.COM – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) langsung menggelar rapat pimpinan terkait disertasi hubungan di luar nikah yang beberapa hari ini heboh di kalangan masyarakat.

Disertasi ‘konsep milk al-yamin Muhammad Syahrur sebagai keabsahan hubungan dewasa nonmarital’ dikerjakan Abdul Aziz mahasiswa S3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Yunahar Ilyas mengatakan ada lima keputusan yang diambil dalam rapim berkaitan dengan disertasi yang menjadi viral tersebut.“Intinya kami menolak hasil disertasi tersebut karena merusak moral umat. Dan kami imbau seluruh umat Islam tidak mengikuti apa yang dituliskan saudara Abdul Aziz,” kata Yunahar dalam pernyataan resminya, Selasa (3/9)

Adapun 5 pernyataan sikap MUI sebagai berikut:

1. Hasil penelitian Saudara Abdul Aziz terhadap konsep milk al-yamin Muhammad Syahrur yang membolehkan hubungan intim di luar pernikahan (nonmarital) saat ini bertentangan dengan Alquran dan as-Sunnah serta kesepakatan ulama (ijma’ ulama) dan masuk dalam katagori pemikiran yang menyimpang (al-afkar al-munharifah) dan harus ditolak karena bisa menimbulkan kerusakan (mafsadat) moral/akhlak umat dan bangsa.

2. Konsep hubungan nonmarital atau di luar pernikahan tidak sesuai untuk diterapkan di Indonesia karena mengarah kepada praktik kehidupan bebas yang bertentangan dengan tuntunan ajaran agama (syar’an), norma susila yang berlaku (‘urfan), dan norma hukum yang berlaku di Indonesia (qanunan) antara lain yang diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 dan nilai-nilai Pancasila.

3. Praktik hubungan nonmarital bisa merusak sendi kehidupan keluarga dan tujuan pernikahan yang luhur yaitu untuk membangun sebuah rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah, tidak hanya untuk kepentingan nafsu syahwat semata.

4. Meminta kepada seluruh masyarakat khususnya umat Islam untuk tidak mengikuti pendapat tersebut karena bisa tersesat dan terjerumus ke dalam perbuatan yang dilarang oleh syariat agama.

Baca Juga!  Cerita Anies Baswedan Saat Tangannya Tiba-tiba Ditarik Presiden Erdogan

5. Menyesalkan kepada promotor dan penguji disertasi yang tidak memiliki kepekaan perasaan publik dengan meloloskan dan meluluskan disertasi tersebut yang dapat menimbulkan kegaduhan dan merusak tatanan keluarga serta akhlak bangsa. (ARS2/Sumber:Swamedium)

You may also read!

Ketika Pendiri Facebook Memuji Karya Ibnu Khaldun

SUARAJAKTIM.COM - Muqaddimah Ibnu Khaldun merupakan salah satu kitab klasik yang paling populer dalam peradaban manusia hingga berabad-abad lamanya. Kitab

Read More...

Promosi Investasi Indonesia di Forum “The Global World” Riga-Latvia

SUARAJAKTIM.COM - Dubes RI untuk Kerajaan Swedia merangkap Republik Latvia, HE. Bagas Hapsoro, menyampaikan presentasi Investasi Indonesia dalam Forum

Read More...

Ratusan Pemukim Yahudi Paksa Masuk ke Al-Aqsha

SUARAJAKTIM.COM - Ratusan pemukim Yahudi Israel memaksa masuk kompleks Masjid Al-Aqsa pada Ahad (20/10). Palestina mengecam kejadian tersebut.“Sekitar 653

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu