KPK Kembali Diteror

In Nasional

SUARAJAKTIM.COM – Rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif, dilempari bom molotov oleh orang tidak dikenal pada Rabu (9/1) dini hari. Selain itu, ditemukan juga replika bom pipa di depan kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo.

Di rumah Laode M Syarif, tepatnya di Jalan Kalibata Selatan 42, dugaan ini muncul dari sejumlah benda yang ditemukan di lokasi berupa botol dan pecahannya. “Jadi, di kediaman Pak Laode ada bom molotov. Ada dua botol isinya bahan bakar, ada dua biji yang dilemparkan. Sekali tidak nyala dan tidak pecah masih utuh, yang kedua pecah,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mabes Polri, kemarin

Sementara di kediaman Agus Raharjo di Perum Graha Indah, Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi, ditemukan tas berisi benda diduga bom berjenis pipa. Benda tersebut dilengkapi dengan kabel-kabel. “Kabel-kabelnya tidak berkaitan, tidak ada detonator,” kata Kabiro Penmas Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo.

Nazarudin Syah Nasution, tetangga Laode M Syarif, menuturkan bahwa ia mendengar suara botol kaca yang dilempar pada sekitar pukul 01.00 WIB, Rabu (9/1). Setelah itu langsung terdengar semacam bunyi ledakan.

Kemudian, jelas Nazarudin, terdengar suara sepeda motor digeber seakan melaju kencang. Nazaruddin mengatakan, saat itu ia tidak keluar dari rumah karena sudah kelelahan. “Saya pikir suara motor biasa. Karena tidak ada teriakan minta tolong. Kalau ada suara kita keluar. Jadi, ini sekelebat begitu saja, wuss! Motor kencang,” ujar dia di depan kediaman Laode, kemarin.

Nazarudin baru sampai rumah pada sekitar pukul 23.30 WIB. Suasana di sekitar kediaman Laode saat itu tampak sepi. Biasanya warga duduk-duduk di sekitar situ. “Habis hujan itu, sepi. Nah, saya cuci baju, jam 12 lewat saya jemur pakaian itu masih sepi,” kata dia.

Baca Juga!  Kuwait Market Festival, Booth Indonesia menjadi Pusat Perhatian

Nazarudin mengatakan, pada sekitar pukul 05.00 pagi WIB dia diberi tahu ibu mertuanya, Suwarni, soal adanya bom molotov di garasi kediaman Laode. Ia kemudian melihat ada satu botol berbahan kaca pecah dan belingnya berserakan di halaman depan rumah Laode. Sementara, satu botol kaca lagi terlihat tetap tegak berdiri di sudut pojok garasi dengan menyisakan api kecil.”Jadi, ada dua botol, satu pecah, satu tidak. Yang tidak pecah masih ada apinya di atas botol,” kata dia.

Kaca botol yang tak pecah itu, lanjut Nazarudin, warnanya bening, terlihat tebal, dan terdapat stiker berwarna hitam pada bagian badan botol. “Kayakbotol Jack Daniels. Bening. Stiker mereknya hitam. Tebal (kacanya).”

Pagi itu, masih di sekitar pukul 05.00 WIB, kata Nazarudin, suasana di sekitar rumah Laode masih belum ramai. Adapun, yang ada saat itu hanya dirinya, Suwarni, Laode yang keluar dari dalam untuk melihat kondisi di garasi, dan sopir Laode yang baru tiba.

Ia menambahkan, merasa sudah satu bulan belakangan ini ada mobil yang selalu memantau rumah wakil ketua KPK itu. Mobil tersebut, kata dia, bermerek Avanza dan berwarna putih.”Jadi, mobilnya sudah diketahui pengawalnya Pak Laode dan sempat difoto pelat nomornya oleh pengawalnya,” ujar dia.

Mobil tersebut, lanjut Nazarudin, sering memantau rumah Laode pada waktu yang tak tentu. “Kadang pagi, siang, malam, ya bergantung pada situasinya.”

Sementara, di rumah pribadi Ketua KPK Agus Raharjo, benda mencurigakan pertama kali ditemukan tersangkut di pagar sekitar pukul 05.30 WIB. Kepala Polsek Jatiasih Kompol Ili Anas mengatakan, benda yang tersangkut di pagar itu merupakan pipa paralon.”Setelah dilihat ternyata itu berisi paralon,” kata Ili kepada wartawan di Bekasi, Rabu (9/1).

Baca Juga!  Hampir Semua Narkoba Dipesan Dari Jeruji Besi, BNN Berharap Lapas Mau Terbuka

Menurut Iin, paralon tersebut dibentuk hingga mirip seperti bom asli. Benda itu ditemukan pertama kali oleh seorang pekerja yang berada di kediaman Agus. Sementara, Agus Raharjo sedang tidak berada di kediaman.

Meski demikian, polisi tetap masih melakukan penyelidikan atas benda mencurigakan tersebut. Sejumlah mobil Pusat Laboratorium Forensi (Puslabfor) Mabes Polri tampak berada di sekitar kediaman, kemarin.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Republika, benda yang menyerupai bom tersebut telah diamankan. Benda-benda itu terdiri dari sebuah pipa paralon, detonator, sekring, kabel berwarna kuning, biru, dan oranye, paku berukuran tujuh sentimeter, baterai Panasonic Neo 9 Volt, dan tas berawarna hitam.

Warga setempat, Ferry, mengatakan, rumah berbentuk bangunan lama dua lantai dengan cat dinding abu-abu itu sudah 30 tahun lebih ditempati Agus dan keluarganya. Saat ini rumah tersebut tengah dalam renovasi.

Kedua pimpinan KPK belum bersedia memberikan pernyataan terkait teror hingga kemarin malam. Pihak KPK hanya menekankan bahwa mereka berdua akan tetap bekerja seperti biasanya.

“Saat ini Polda Metro Jaya sedang membentuk tim yang di-//backup// Densus 88 (Detasemen Khusus 88 Antiteror) akan secepat mungkin mengungkap peristiwa yang menimpa kediaman Pak Agus dan Pak Laode,” kata Kabiro Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Dedi menyampaikan, polisi belum menyimpulkan jenis benda yang ditemukan di dua rumah tersebut.

Menurut dia, dua kejadian tersebut terjadi dengan perbedaan waktu hanya beberapa jam. Dedi mengatakan, kemampuan Densus 88 mengatasi teror bom akan mempercepat olah tempat kejadian perkara. Sejumlah barang bukti pun sudah diamankan.

Kadiv Humas Polri Irjen Muhamamad Iqbal mengatakan penyidik terus menggali dan mengumpulkan bukti-bukti dari TKP. Termasuk, kata dia, memeriksa CCTV dan juga mengumpulkan keterangan para saksi. CCTV yang diperiksa, lanjut Iqbal, bukan saja di rumah korban, melainkan juga CCTV yang merekam jalan menuju akses rumah korban.

Baca Juga!  Pemda DKI Tambah 10 Mesin CAS Tahun Ini

Ia berharap, CCTV dan keterangan para saksi serta alat bukti yang dikumpulkan akan membuat terang jejak pelaku di balik aksi tersebut. “Oleh karena itu, kami minta diberikan waktu untuk melakukan upaya-upaya penangkapan,” kata Iqbal.

Ini bukan pertama kalinya terjadi teror kekerasan terhadap oknum KPK. Pada 2017 lalu, terjadi penyiraman air asam terhadap penyidik KPK Novel Baswedan di depan masjid tak jauh dari kediamannya.

Sebelum Novel, kediaman penyidik KPK Afif Julian Miftah juga pernah mendapat kiriman kotak mirip bom yang isinya lilitan dan dibungkus lakban pada 2015 lalu. Ban mobil Afif digemboskan dan disiram air keras.

Pada tahun yang sama, wakil ketua KPK saat itu, Bambang Widjojanto, mengungkapkan ada beberapa penyidik dan pegawai KPK yang mengalami teror. Bahkan, teror juga menyerang anggota keluarga mereka. Hingga saat ini, kepolisian tak kunjung menemukan pelaku teror-teror tersebut.(ARS/R1/ROL)

You may also read!

50 UKM Binaan Ikuti Bazar di GOR Ciracas jakarta Timur

SUARAJAKTIM.COM - Sebanyak 50 pelaku usaha kecil menengah (UKM) binaan Suku Dinas (Sudin) Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan

Read More...

Selandia Baru akan Siarkan Langsung Azan Jum’at

SUARAJAKTIM.COM - Sepekan setelah serangan teror terhadap jamaah masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, Perdana Menteri Jacinda Ardern mengumumkan

Read More...

Sandiaga Uno Sarankan Menteri Jokowi Nonton Debat

SUARAJAKTIM.COM - Calon Wakil Presiden 02 Sandiaga Salahuddin Uno mendukung Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mengundang menteri dalam debat

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu